Palu
adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia merupakan kota yang terletak di Sulawesi Tengah. Berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah barat, Kabupaten Sigi-Biromaru di sebelah selatan dan utara, Kabupaten Parigi-Moutong di sebelah timur dan Selat Makassar di sebelah barat dan utara. Kota Palu merupakan kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Koordinatnya adalah 0,35 – 1,20 LU dan 120 – 122,90 BT. Kota Palu dilewati oleh garis Khatulistiwa. Penduduk Kota Palu berjumlah 342.754 jiwa (2012).
Pariwisata
Jembatan
Palu IV/Jembatan
Ponulele
Danau
Sibili, Tawaeli
Danau Sibili merupakan danau alam yang terletak di Kecamatan
Tawaeli, Kota Palu. danau ini merupakan salah satu objek wisata kebanggaan
masyarakat tawaeli karena pemandangannya yang indah. Danau yang terletak 24 km
di utara Kota Palu ini awalnya merupakan danau yang dijadikan tempat
pemancingan ikan oleh masyarakat sekitar. Tetapi, karena seringnya pengunjung
yang datang dari luar Kecamatan Tawaeli untuk datang berwisata akhirnya danau
ini dijadikan salah satu objek wisata andalan di kecamatan tersebut.
Danau Sibili
yang indah telah menjadi tempat wisata bagi masyarakat sekitar maupun dari luar
kota Palu. Wisata yang menjadi andalan di sini adalah wisata Mancing dgn
berbagai jenis varietas ikan seperti mas, bawal, mujair, gabus dll. Di pinggir
danau, ada sarana yang dapat digunakan bagi Anda yang ingin menikmati keindahan
danau, seperti perahu tradisional.
Banua Mbaso
(Sou Raja)
Sou Raja,
Palu Barat
Souraja
merupakan rumah tradisional tempat tinggal para bangsawan, yang berdiam di
pantai atau di kota. Kata Souraja dapat diartikan rumah besar, merupakan rumah
kediaman tidak resmi dari manggan atau raja beserta keluarga-keluarganya. Rumah
orang biasa atau rakyat kebanyakan meskipun bentuk dan ukurannya sama dengan
souraja.
Bangunan
Souraja berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang kayu balok
persegi empat dari kayu keras seperti kayu ulin, bayan, atau sejenisnya. Atapnya
berbentuk piramide segitiga, bagian depan dan belakang atapnya ditutup dengan
papan yang dihiasi dengan ukiran disebut panapiri dan pada ujung bubungan
bagian depan dan belakang diletakkan mahkota berukir disebut bangko-bangko.
Seluruh bahan bangunan mulai dari lantai, dinding balok-balok terbagi atas tiga
ruangan, yaitu:
Ruang depan
disebut lonta karawana yang dibiarkan kosong, berfungsi untuk menerima tamu.
Dahulu sebelum ada meja kursi, di ruangan ini dibentangkan tikar atau onysa.
Ruangan ini juga untuk tempat tidur tamu yang menginap.
Ruangan
kedua adalah ruang tengah, disebut lonta tata ugana diperuntukkan bagi tamu
keluarga serta lonta rorana yaitu ruang belakang, berfungsi sebagai ruang
makan, tapi kadang-kadang ruang makan berada di lonta tatangana. Antara dinding
dan dibuat kamar-kamar tidur. Khusus untuk kamar tidur perempuan atau anak-anak
gadis biasanya ditempatkan di pojok belakang lonta rarana, maksudnya agar mudah
diawasi oleh orang tua. Untuk tamu perempuan dan para kenalan dekat diterima di
ruang makan.
Ruang dapur,
sumur dan jamban dibuatkan bangunan tambahan atau ruangan lain di bagian
belakang rumah induk. Untuk menghubungkan rumah induk dengan dapur atau urang
avu dibuatkan jembatan beratap disebut hambate atau bahasa bugis Jongke. Di
bagian ini kadang-kadang dibuatkan pekuntu yakni ruangan terbuka untuk
berangin-angin anggota keluarga. Di kolong dapur diberi pagar sekeliling,
sedangkan di bawah rumah induk dibiarkan terbuka dan kadang-kadang menjadi
ruang kerja untuk pertukangan, atau keperluan-keperluan lainnya. Sedangkan
loteng rumah dipergunakan untuk mentimpan benda-benda pusaka dan lain-lain.
Secara
keseluruhan, bangunan Souraja cukup unik dan arsitik lebih-lebih bila dilihat
dari hiasannya berupa kaligrafi huruf Arab tertampang pada jelusi-jelusi pintu
atau jendela, atau ukiran pada dinding, loteng, dibagian lonta-karavana,
pinggira cucuran atap, papanini, bangko-bangko dengan motif bunga-bungaan dan
daun-daunan. Semua hiasan tersebut melambangkan kesuburan, kemuliaan, keramah-tamahan
dan kesejahteraan bagi penghuninya.
Jembatan
Gantung
Jembatan
Gantung, Tatanga
Jembatan
Gantung Merupakan jembatan penghubung dua kelurahan di Kecamatan Tatanga dan
Kecamatan Palu selatan yang terpisah oleh sungai Palu. Jembatan ini adalah
hasil dari kerjasama calon legislatif Pemilu 2004 dan pemerintah Kota Palu yang
bertujuan menghubungkan keluarga yang telah lama terpisah.
Masjid
'Apung' Argam Bab Al Rahman
Masjid
terapung, Palu Barat
Masjid ini
memiliki luas 121 meter persegi dan mampu menampung sebanyak 150 orang. Masjid
ini berlantai satu dengan empat menara di ke empat sudutnya. Masjid ini sering
disebut masjid apung karena posisinya menjorok 30 meter ke laut yang
seakan-akan mengapung. Panorama bentang pegunungan dan Teluk Palu menambah keindahan
bagi para jamaah maupun wisatawan yang ingin menikmati wisata religi di Kota
Palu.[4]
Kawasan
Wisata Religi Sis Al Jufrie
Masjid Al
Khairat, Palu Barat
Kawasan ini
terletak di sepanjang Jalan Sis Aljufrie, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga
dan Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat. Dijalan ini terdapat berbagai
macam objek wisata belanja dan objek wisata Religi. Objek wisata perbelanjaan
yang ada disini aalah Pertokoan Palu Plaza. disini masyarakat kota palu menjual
berbagai macam kuliner, Pakaian dan oleh - oleh. Objek wisata Religi dikawasan
ini terletak didepan pertokoan Palu plaza, yaitu Yayasan AL Khairaat Pusat yang
merupakan Organisasi Islam Terbesar di Indonesia Timur. Disana terdapat makam
Idrus Bin Salim Al Jufrie (SIS AL JUFRIE) Pendiri AL Khairaat, Masjid AL
Khairaat, Masjid Nurul Khairaat, Dan Masjid Nur Sa'adah, dan Beberapa Sekolah
berbasis islam.
Museum
Sulawesi Tengah
Museum
Sulawesi Tangah, Palu Barat
Museum ini
adalah museum terbesar di Sulawesi Tengah, terletak di Palu Barat. Di museum
ini terdapat berbagai macam replika baju adat dari semua kabupaten dan kota
yang ada di Sulawesi Tengah, sejarah mangenai Sulawesi Tengah dan lain lain.
yang menarik dari museum ini adalah batu megalith berbentuk manusia yang dibuat
oleh nenek moyang suku Kaili yang berasal dari Lembah Napu yang bentuknya
hampir mirip dengan batu megalith berbentuk manusia di Pulau Paskah, Samudera Pasifik.
Taman Ria
Pantai Taman
Ria, Palu Barat
Taman Ria
merupakan objek wisata yang terletak di Kelurahan Lere, Palu Barat. Taman Ria
sangat terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya yang indah. Apabila
anda ke Taman Ria belum lengkap rasanya jika belum mencicipi jagung bakar,
pisang gepe, dan saraba yang dijual oleh pedagang setempat.
Makanan khas
'Kaledo',
Kaki Lembu Donggala Kaledo merupakan sup kaki sapi yang dimasak hingga
empuk. Kuahnya yang bening memiliki rasa bumbu yang kuat yang merupakan
campuran berbagai bumbu seperti asam jawa, cabe rawit, dan garam. Kaledo
disajikan beserta dengan tulang-tulangnya. Oleh karena itu, cara menyantapnya
pun harus dengan memegang tulang-tulangnya untuk menikmati daging-daging yang
masih menempel pada tulang-tulangnya. Kuahnya pun menyegarkan badan dengan rasa
asam yang dominan dicampur rasa pedas cabe rawit.[5]
Uta Kelo /
Sayur Kelor Uta Kelo
merupakan sayur yang berbahan dasar daun kelor. kuahnya bersantan dan gurih
terbuat dari campuran santan kelapa, daun kelor, dan biasanya dicampur dengan
berbagai bahan seperti Palola Ngura/ terong muda, Loka Ngura/ pisang muda,
Pusu/ Jantung pisang, Kasubi/ Singkong, dan Lamale (Ebi).
Duo Sole /
Teri Goreng Duo adalah
makanan khas masyarakat kota palu. makanan yang berbahan dasar Teri ini
mempunyai rasa asin, gurih dan pedas karena masyarakat kaili sangat terkenal
dengan masakan pedasnya. Duo terbuat dari teri yang dimasak bersama irisan
bawan khas Palu yang
Palu Mara
Ikan yang
dipakai untuk palumara ini adalah ikan kolombo. Yaitu sejenis ikan kakap yang
berdaging tebal. Semua bagian ikan ini dipakai termasuk bagian kepalanya. Tapi
jika tidak menemukan daging kolombo, biasanya akan diganti dengan ikan bandeng
yang lebih mudah ditemukan.
Transportasi
Transportasi udara
Transportasi darat
Di kota Palu
sedikitnya telah beroperasi 800 minibus angkutan kota (angkot) yang menjadi
komuter utama di kota ini. Jumlah angkot di kota ini sering kali dianggap terlalu
banyak mengingat kota ini hanya membutuhkan sekitar 500 angkot. Hal ini berarti
terdapat 2 angkot untuk seorang komuter. Biaya Rp. 4.000,- untuk orang dewasa
dan Rp. 3.000,- untuk pelajar. Uniknya, meskipun trayek angkot telah
ditetapkan, setiap angkot dapat saja mengantar penumpang ke mana saja sepanjang
sopir angkot berkenan. Satu hal lagi yang unik adalah angkot tersebut disebut
sebagai "Taksi" oleh penduduk setempat. Warna angkot ini juga hanya
1, yaitu warna biru tua.
Moda bus
hanya digunakan untuk transportasi dalam skala besar dan tidak bersifat publik
di dalam kota. Moda ini digunakan untuk mengangkut penumpang antar kota dalam
maupun lintas propinsi.
Taksi adalah
komuter paling eksklusif di kota ini. Untuk menunjukkan perbedaan dengan
'taksi' angkot, maka penduduk setempat menggunakan kata "argo" (taksi
argo) untuk menyebut komuter ini yang mengacu pada argometer yang melengkapi
setiap taksi.
Ojeg adalah
moda transportasi alternatif di kota ini. Sama seperti di kota-kota lainnya,
ojeg merupakan 'taksi motor' yang selalu siap mengantar penumpang langsung ke
tujuannya dengan tarif yang sesuai dengan jarak tempuh tujuannya. Bila di
kota-kota lain para tukang ojeg menggunakan seragam, maka di kota ini Anda
mungkin akan kesulitan untuk menemukannya karena tidak adanya baju seragam bagi
para tukang ojek. Namun, Anda bisa menemukannya di sudut-sudut perempatan jalan
atau mereka akan menawarkan jasanya langsung jika melewati Anda yang terlihat
sedang menunggu di tepi jalan.
Moda
transportasi tradisional ini masih dapat dijumpai di beberapa wilayah kota ini.
Namun, wilayah peredarannya dibatasi agar tidak memasuki pusat kota dan hanya
terbatas untuk mengangkut penumpang dan barang di sekitar lokasi pasar-pasar
tradisional.
Budaya
KAKULA
Kakula adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Instrumen musik ini terbuat dari tembaga atau kuningan, serupa dengan gong atau bonang di Jawa. Kakula biasa dimainkan dalam upacara adat kaili.
Kakula adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Instrumen musik ini terbuat dari tembaga atau kuningan, serupa dengan gong atau bonang di Jawa. Kakula biasa dimainkan dalam upacara adat kaili.
Pada proses
perkembangannya, Kakula biasanya dimainkan bersama instrument perkusi
tradisional lainya seperti Gimba, serupa dengan Gendang bundar dan Kudode,
perkusi dari bambu.
LALOVE
Lalove adalah alat musik tiup khas suku Kaili, sejenis seruling yang terbuat dari bambu.
Lalove adalah alat musik tiup khas suku Kaili, sejenis seruling yang terbuat dari bambu.
DADE NDATE
Dade Ndate adalah dua suku kata yang secara harfiah artinya adalah Dade yang berarti lagu dan Ndate adalah cerita atau syair dari bawah keatas, suatu metafora bagi perjalanan dari dataran rendah dataran tinggi.
Dadendate adalah nyanyian pembawa kabar yang syairnya hadir melalui improvisasi. Dadendate adalah bentuk dari sastra lisan yang dimainkan bersama iringan instrument Kecapi dan Mbasi-Mbasi.
RITUAL BALIA
Dade Ndate adalah dua suku kata yang secara harfiah artinya adalah Dade yang berarti lagu dan Ndate adalah cerita atau syair dari bawah keatas, suatu metafora bagi perjalanan dari dataran rendah dataran tinggi.
Dadendate adalah nyanyian pembawa kabar yang syairnya hadir melalui improvisasi. Dadendate adalah bentuk dari sastra lisan yang dimainkan bersama iringan instrument Kecapi dan Mbasi-Mbasi.
RITUAL BALIA
Ritual Balia adalah salah satu upacara adat tradisional dan ritual penyembuhan suku Kaili yang sampai hingga kini masih sering dilaksanakan oleh kelompok masyarakat adat di Lembah Palu. Balia atau Na Bali-ia (terjadi perubahan padanya), yang berarti perintah untuk mengubah menjadi lebih baik dalam beragam konteks pelaksanaannya, baik untuk penyembuhan penyakit,penanggulangan bencana, pemberian sanksi atas pelanggaran hukum adat, atau permohonan syukur atas keberhasilan panen.
UPACARA ADAT POMPAURA
Pompaura adalah salah satu bentuk upacara adat masyarakat Kaili untuk menolak bala, malapetaka dan penanggulangan benca. Dalam upacara ritual ini sebentuk perahu dan Vala Suji dilarung ke Teluk Palu sebagai bentuk permohonan akan keselamatan dari semua bencana.
Terdapat beragam pakaian tradisional adeat Kaili yang sering digunakan dalam pelaksanaan ritual tertentu atau padea perayaan seremonial. Beberapa macam pakaian adat itu seperti baju Banjara, baju Nggembe, Baju Fatimah, Puruka (celana) Pajama untuk para laki-laki















S128Cash adalah Agen Betting Online Uang Asli Terbesar dan Terpercaya di Indonesia.
BalasHapusBagi Anda Pecinta Betting Online dan ingin mencari Agen Terbaik, segera bergabung bersama kami.
Hanya dengan minimal deposit Rp 25.000,- Anda sudah bisa menikmati semua permainan yang ada, seperti berikut :
- Sportsbook
- Live Casino
- Sabung Ayam Online
- IDN Poker
- Slot Games Online
- Tembak Ikan Online
- Klik4D
Hanya disini Anda bisa melakukan semua transaksi 24 Jam NONSTOP !! (BANK TIDAK ADA JAM OFFLINE) dan kami juga menyediakan depost via PULSA, OVO dan GOPAY.
PROM BONUS S128Cash :
- BONUS NEW MEMBER 10%
- BONUS DEPOSIT SETIAP HARI 5%
- BONUS CASHBACK 10%
- BONUS FREEBET 200rB
- BONUS 7x KEMENANGAN BERUNTUN !!
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami melalui :
- Livechat : Live Chat Judi Online
- WhatsApp : 081910053031
Link Alternatif :
- http://www.s128cash.biz
Judi Bola
Agen Judi Bola